 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Ceritanya tentang seorang anak laki-laki bernama Gabe. Dy tinggal di New York bersama orang tuanya yang sedang dalam proses perceraian. Situasi keluarga yang ‘wagu’. Namun tidak menghalangi Gabe untuk memiliki ‘perfect life’. Apanya yang perfect? Mungkin untuk tiap anak laki-laki berusia 9.5 th, anak perempuan setara dengan kudis yang musti dijauhi, dihindari. Seakan-akan di kening tiap anak perempuan ada tulisa: Jauhi saya, saya berkudis. Wew. Gabe berpikiran seperti itu. Pokoknya anak perempuan aneh lah…samapai akhirnya dy bertemu dengan sparing partner di kelas karatenya, Rosemary. Gadis tercantik ke-3 di sekolahnya yang seketika membuat hidup Gabe…more perfect! Jatuh cintalah. Sejuta rasanya. Mereka latian karate bareng. Jalan-jalan ditaman bareng. Berantem bareng. Makan es krim barengan. Semua mendadak barengan. Dan ‘geregetan-geretan’ orang yang lagi jatuh cinta pun dialami Gabe. Mulai dari mules, keahabisa topic, merasa jadi pria tampan, sok hebat, sok jagoan, sok pinter, dan sok hebat. Sekalipun hidup ini perfect, masalah tetep ada. Dan masalah Gabe selain ketauan pergi bersama Rosemary ke pusat kota, Gabe juga musti kehilangan Rosemary selama 6 minggu yang membuatnya seperti akan mati. Mulai dari ayam serasa tempe bacem, Kebab berasa kacang mentah…semua yang ga enak rasanya jadi satu. Hatinya hancur. “Dan begitulah cinta” ujar Ti Pat Kay, “Deritanya tiada akhir”. Hehehehe. Cerita yang manis. Apalagi nontonnya sambil minum the manis. Film yang sangat ringan, bias bikin senyum-senyum sendiri, kayak inget masa-masa dulu. Yang waktu TK sering diledekin sama si Fulan atau si Fulan. Hmmm, tidak wajib ditonton, tapi disarankan menonton untuk sekedar berpikir, “Jika pertama kali saya melihatnya saya merasa sangat mencintainya, maka mengapa harus ada yang bercerai?” Well, keep your love close…n_n

| |
|