dari jogja kita ubah dunia...

Waah, Produk RI Direekspor Hongkong!
Jumat, 16 Mei 2008 | 15:00 WIB

BEIJING, RABU-  Siapa bilang produk made in Indonesia tak laku atau kualitasnya rendah. Buktinya, Hongkong ternyata mereekspor berbagai produk RI ke berbagai negara. Nilainya mencapai sekitar satu miliar dollar AS!

Menurut Konsul Perdagangan RI di Hong Kong, Haris Munandar, dalam keterangan tertulis yang disampaikan, di Beijing, Jumat (16/5), tujuan utama produk reekspor dari Hongkong adalah ke China daratan, di samping ke sejumlah negara lain sepert Amerika Serikat dan Jerman.

"Produk-produk asal Indonesia banyak yang di re-ekspor oleh pengusaha Hong Kong ke berbagai negara, tapi yang terbesar ke China daratan," katanya. 

Selama tahun 2007, misalnya, komoditas Indonesia yang di re-ekspor Hong Kong ke China daratan mencapai 754,48 juta dolar AS, diikuti ke Amerika Serikat 69,94 juta dolar AS, ke Jerman 25,74 juta dolar AS, ke Jepang 26,04 juta dolar AS, dan ke Taiwan 26,08 juta dolar AS. Produk Indonesia juga di re-ekspor ke Inggris 13,82 juta dolar AS, ke Singapura 12,26 juta dolar AS, ke Korsel 24,49 juta dolar AS, ke Makao 12,25 juta dolar AS, dan ke Afrika Selatan 4,82 juta dolar AS.

Produk asal Indonesia yang paling banyak di re-ekspor oleh pengusaha Hong Kong ke negara lain antara lain mesin listrik dan perangkatnya, telekomunikasi dan perekam suara, benang tenun, tekstil dan produk tekstil, mesin kantor, produk laut, manufaktur mineral non-logam, kayu dan gabus, logam non-besi, kertas dan produknya, kulit dan produk kulit, makan olahan, serta kimia organis.

"Hong Kong selama ini memang dikenal sebagai pintu gerbang re-ekspor ke banyak negara di dunia juga ke pasar China daratan," kata Haris.

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Hong Kong dalam empat tahun terakhir menunjukkan peningkatan, dan Indonesia selalu mengalami surplus. Tahun 2004 Indonesia surplus 638,64 juta dolar AS, tahun 2005 sebesar 657,35 juta dolar AS, tahun 2006 sebesar 493,92 juta dolar AS dan tahun 2007 sebesar 262,41 juta dolar AS.

Peluang Indonesia meningkatkan ekspor berbagai komoditas sangat terbuka mengingat sejumlah peluang ekspor ke wilayah itu selalu terbuka. Sejumlah peluang yang dimaksud adalah sumber daya alam Hong Kong karena di Hongkong hampir tidak ada sumber daya alam, pertumbuhan ekonominya terus meningkat, serta daya beli masyarakatnya yang  sangat tinggi.

Selain itu, Hong Kong juga merupakan pusat pameran dunia sehingga hampir seluruh pembeli asing mencari barang via wilayah itu. Apalagi Hong Kong juga merupakan salah satu anggota CEPA (Closer Economic Partnership Arrangement).

Di Hong Kong setiap tahunnya setidaknya terdapat 30 pameran dagang berskala internasional yang mempromosikan sejumlah produk potensial dan selalu banyak diikuti oleh ratusan perusahaan dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia.

--TUHKAN, SEBETULNYA KITA HEBAD...


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
banyumili wrote on May 16
yang bener??? bukannya indonesia yang kebanjiran produk china Mei??
prazze wrote on May 16
salam kenal....
inblue wrote on May 16
emang hebat
tapi kadang2 jadi lupa diri
terlalu gampang puas
trus ga berkembang deh
T_T
chayo indonesia!!!!!
manusianjing wrote on May 16
bukan ke hongkong aja mbak..tapi negara lain juga...kaya sepatu, bola sepak dll gtu.,...kita tuh masih berposisi sebagai salah satu rantai supply chain,,bukan sebagai ujung rantai...dan pola seperti ini udah jadi trend,,tapi sygna juga,,dalam pola kaya gini indonesia masih katro,,lata renald kasali,,masalah pelabuhan aja ndesonya minta ampun apalagi manufaktur barang???....mungkin ga bisa laku juga klo ada tulisan made in indonesia...tapi mank bener siy,,made kan in bali..hehehehehe
meikha wrote on May 16
yang bener??? bukannya indonesia yang kebanjiran produk china Mei??
hehehehe, mba...indonesia tuh aslinya keren
kayak pininya wisnu, masi jadi supplier..itu juga kaki tangannya
sumber itu dari kcm.com
meikha wrote on May 16
prazze said
salam kenal....
salam kenal juga yah
meikha wrote on May 16
inblue said
emang hebat
tapi kadang2 jadi lupa diri
terlalu gampang puas
trus ga berkembang deh
T_T
chayo indonesia!!!!!
hahahahaha, ga bole puas diri ni..
meikha wrote on May 16
bukan ke hongkong aja mbak..tapi negara lain juga...kaya sepatu, bola sepak dll gtu.,...kita tuh masih berposisi sebagai salah satu rantai supply chain,,bukan sebagai ujung rantai...dan pola seperti ini udah jadi trend,,tapi sygna juga,,dalam pola kaya gini indonesia masih katro,,lata renald kasali,,masalah pelabuhan aja ndesonya minta ampun apalagi manufaktur barang???....mungkin ga bisa laku juga klo ada tulisan made in indonesia...tapi mank bener siy,,made kan in bali..hehehehehe
sip nu, pernah baca juga tulisannya rhenald kasali yang supply chain management
cip
suararaa wrote on May 18
iya.. dl pernah ada dosen cerita apa yah *lupa pak siapa*, pergi ke LN, eh nggak taunya barang2 yang dijual itu made in indonesia. halah...
padahal harganya yg di indonesia lbih murah..
meikha wrote on May 18
iya.. dl pernah ada dosen cerita apa yah *lupa pak siapa*, pergi ke LN, eh nggak taunya barang2 yang dijual itu made in indonesia. halah...
padahal harganya yg di indonesia lbih murah..
hehehehe
iya tuh
jadi inget lagunya slank yang sok british ya?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.